|
Asing profit taking? Bubble saham? |
|
|
|
|
Memang selama seminggu ini, sesuai dengan prediksi @idxreview (sengaja saya tuliskan twitternya, agar pembaca dapat follow) bahwa memang terjadi aksi profit taking atau distribusi atau koreksi. terserah mau pake istilah yang mana. Tapi ini tidak menjadi acuan bahwa serta merta asing meninggalkan Indonesia dan sudah terjadi bubble yang siap meletus. Saya salah satu orang yang melihat justru ini adalah saat yang tepat untuk terus mengoleksi dan menambah gudang Anda.
Begini, menurut data, asing (mungkin juga termasuk dengan "aseng") sudah melaukan net buy kurang lebih 11 trillion IDR selama 2009 ini. Apakah ini saat yang tepat buat melakukan profit taking? Menurut sebagian besar analyst, bisa saja, karena fund-fund ini perlu melakukan pembukuan dan pembagian dividend akhir tahun. Namun, menurut saya adalah sebaliknya karena secara politis, dimana Abuba sudah terpilih menjadi ketua golkar ini justru pertanda "baik" bagi 7 brothers. lagipula, tidak ada alasan bagi fund2 tersebut untuk profit taking secepat ini mengingat loss mereka karena repo dan sebagainya yang belum tertutup.
secara historis, dari sebagian emiten, semenjak January 2009 sudah mampu memberikan gain 100-300%. Ini memang sudah lebih dari cukup, namun mengingat pelemahan USD, tentu saja akan mengurangi value. Dan Indonesia bagaimanapun juga dengan meningkatnya rating dan economic growth 4.5% menjadi alasan kenapa fund tersebut lebih baik tinggal diam untuk waktu yang agak lebih lama. Kemungkinan besar mereka akan cabut dari bursa adalah di pertengahan 2010. Dimana kemungkinan US recovery sudah terlaksana dengan baik.
Mengingat banyaknya dana dan transaksi di bursa masih didominasi oleh asing, memang banyak perkiraan bahwa sekarang ini sudah terjadi bubble yang siap meletus. Apa benar? Saya tidak yakin, karena alasan2 diatas. Bisa jadi justru ini adalah alasan untuk membuat investor lokal parno dan fund asing membeli di harga yang lebih murah.
dan bila memang terbentuk bubble dan akan meletus, rasanya harga yang sudah terbentuk juga sudah cukup stabil. Memang ada yang yang saya lihat kenaikannya benar2 amazing, misalnya ASII, AALI, ITMG. Ini berpotensi terjun bebas. Namun dari saham lapis 2 dan saham rakyat seperti 7 Brothers, penurunan walau memang bisa dalam, masih memiliki tingkat resistance yang lebih kuat.
Di satu pihak, selain di bursa saham, bisa terlihat bahwa fund asing membeli SUN dalam jumlah besar. Dalam waktu 1 bulan: Sept-Okt '09 ini terjadi pembelian Rp 5 trillion. Ini kan artinya mereka masih confidence dan nyaman dengan rate di Indo yang cukup tinggi. Belum lagi dengan banyaknya IPO yang akan terjadi dari BUMN di akhir tahun atau awal tahun 2010, sudah jelas fund asing tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk memiliki BUMN seperti PP, KS dan BTN.
Memang strategi untuk beli dalam jumlah besar sekarang ini tidak saya sarankan, tapi tidak ada salahnya untuk akumulasi sedikit demi sedikit.
Salam investasi. |
|
Last Updated ( Friday, 09 October 2009 )
|