Home arrow Analyst Comment arrow Stef's Comment arrow Review 26-30 Oct 2009
Review 26-30 Oct 2009 PDF Print E-mail
Minggu ini bursa kembali tertekan selama 4 hari berturut-turut, melanjutkan tren penurunan minggu lalu. Koreksi terdalam terjadi di hari kami 29/10 dimana IHSG sempat menyentuh -5.09% atau 2235 walau akhirnya ditutup 2344. Minggu ini, IHSG ditutup di level 2367 atau -9.34% dibandingkan minggu lalu Pasar saham Indonesia cenderung menjadi “pengikut” pergerakan bursa global dan regional yang minggu ini juga berguguran. Tren penurunan ini dipengaruhi antara lain oleh sentimen-setimen pelemahan harga komoditas dunia (termasuk minyak mentah yang turun menembus USD 80 per barrel), kekhawatiran apakah pemulihan ekonomi akan terus bertahan, kekhawatiran kapan akan ditariknya stimulus oleh pemerintah/bank sentral dunia, kekhawatiran menguatnya kembali US Dollar, serta kekhawatiran apakah pasar saham dunia telah memasuki masa bearish. Beruntung, pengumuman hasil Q3 GDP US sebesar 3.5% (Juli-Sep 09) yang di atas ekspektasi konsensus serta pengumuman inventory minyak mentah dunia yang dibawah prediksi (dapat berarti ekonomi berjalan lebih baik dari prediksi; kemudian diikuti penguatan harga minyak mentah pasca pengumuman), diyakini merupakan sentimen-sentimen yang menahan kejatuhan pasar saham global dan juga Indonesia. Berita repo saham Bakrie dengan jaminan saham anak perusahaan membuat saham-saham grup Bakrie terkoreksi cukup dalam pada Rabu 28/11. Dengan volume transaksi yang besar, pergerakan saham-saham grup Bakrie berkontribusi signifikan dalam pergerakan IHSG ditengah pasar yang sangat volatile ini. Hasil 9M09 beberapa emiten seperti TINS, SMGR, BMRI serta HEXA yang di atas ekspektasi, diyakini merupakan sentimen lokal yang turut menahan IHSG minggu ini dan berpotensi positif untuk minggu depan. Untuk minggu depan, potensi penguatan oleh sentimen positif di atas diyakini akan terbatas karena investor pada saat indeks berada pada level yang cukup tinggi seperti sekarang ini, cenderung untuk bereaksi secara berlebihan (market overreaction) terhadap berita-berita negatif daripada terhadap berita-berita positif. Hal ini dapat membuat tekanan harga ke bawah lebih besar daripada potensi ke atasnya. *Top picks: cautiously buy on BMRI, SMGR, UNVR, ADRO, UNSP, and UNTR.
 
< Prev