|
Review 16-20 November2009 |
|
|
|
|
IHSG bergerak mixed minggu ini dipengaruhi sentimen keberhasilan Grup Bakrie memperoleh 25% saham Newmont (yg dimotori oleh BUMI). Minggu ini IHSG ditutup di 2487 atau menguat 2.49% dibanding minggu lalu.
BUMI kembali membuat berita. BUMI ternyata menguasai 99% saham
Multicapital, perusahaan yang mengontrol konsorsium dengan pemerintah
lokal dalam pengambilalihan aset Newmont, yang artinya mayoritas aset
Newmont yang dijual dimiliki oleh BUMI/Bakrie. Dengan menguatnya
outlook emas, keberhasilan transaksi tersebut diyakini akan
mendongkrak profitabilitas BUMI kedepannya. Bahkan, JP Morgan
memandang bahwa nilai tambang emas “Batu Hijau” Newmont itu lebih
berharga dibanding gabungan nilai KPC dan Arutmin.
**Hampir semua indikator/indeks penting dunia bergerak mixed minggu
ini. Harga minyak dan logam dunia cenderung melemah setelah US Dollar
berbalik menguat. Rupiah juga melemah sebelum akhirnya ditutup pada Rp
9500/USD atau melemah -1.33% dibanding penutupan minggu lalu. Selain
karena penguatan US Dollar, pelemahan Rupiah ini juga merespon rencana
Bank Indonesia yang mempertimbangkan untuk membatasi pembelian asing
pada SBI bertenor 1 – 6 bulan serta keputusan otoritas pajak yang
mengeluarkan dua peraturan baru (efektif 1 Januari 2010) tentang
withholding tax pada kupon obligasi.
**Di Amerika, rata-rata indikator ekonomi US kemarin masih berada
dibawah estimasi pasar seperti Producer Price Index dan Industrial
Production Index masing-masing -1,9% YoY dan 0,1%. Namun indikator
lain menunjukkan adanya peningkatan pembelian aset-aset finansial US
oleh investor asing menunjukkan tingkat optimisme investor asing akan
prospek ekonomi US.
**Minggu ini, pasar saham juga diwarnai oleh dua public expose dalam
rangka penawaran saham perdana (IPO), Bank Tabungan Negara dan PT
Pelat Timah Nusantara (Latinusa, anak perusahaan PT Krakatau Steel).
BTN berencana menawarkan sekitar 2.36 milyar lembar saham pada kisaran
harga Rp 750-1100/saham yang mengindikasikan P/BV 1.3x – 1.6x, masih
dibawah rata-rata P/BV sektor perbankan sekitar 2.3x. Sedangkan
Latinusa berencana menawarkan sekitar 504.67 juta lembar saham pada
kisaran harga Rp 315-405/saham yang mengindikasikan 8,7x – 11,5x dari
earning per share (EPS) 2008.
**Untuk minggu depan, diperkirakan pasar saham masih akan bergerak
mixed. Rupiah diperkirakan cenderung melemah saat investor akan
mencerna/berusaha memahami berita rencana pembatasan pemilikan asing
atas SBI jangka pendek oleh BI (mengikuti langkah Brazil dan Taiwan)
serta berita keluarnya peraturan baru yang dibuat otoritas pajak
Indonsia untuk menutup ruang gerak yang mengizinkan
perusahaan-perusahaan Indonesia yang meminjam melalui offshore special
purpose vehicles (SPVs) untuk menghindari membayar penuh 20%
withholding tax terhadap kupon obligasi. Sentimen positif menurut kami
berasal dari berita Bloomberg (19/11) tentang berita PT Jamsostek dan
PT Manulife Asset Management yang berencana mengurangi alokasi mereka
pada obligasi serta mengalihkan ke saham tahun depan. Hal ini kami
nilai positif untuk pasar saham mengingat dana kelolaan dua investor
institusi tersebut sangat besar, hampir Rp 100 Triliun. Dana kelolaan
Jamsostek sekitar Rp 76 Triliun dan dana kelolaan Manulife Asset
Management sekitar Rp 22.8 Triliun. Kami juga melihat sektor
perkebunan/CPO berpotensi menguat minggu depan setelah beberapa broker
kembali mengeluarkan report yang tetap overweight pada sektor
tersebut.
**Top picks: BUMI, BTEL, ASII, BBCA, TLKM, LSIP. |